Selasa, 26 Mei 2009

Melati eL-Hamra

wanita itu bernyanyi, menari dan bergoyang lembut ikuti irama dawai biola yang sedari tadi senandungkan nyanyian malam. Rembulan itu pecah berserakan namun tak berbayang hingga tak sanggup lukiskan sinarnya pada aliran sungai yang riuh namun tidak deras. Dia terus bernyanyi, walau matanya tertutup namun dia tak buta, tubuhnya bergetar sedang malam tak terasa dingin. Melati eL-Hamra itu merah merekah namun tak semerah bibirnya yang sedari tadi bergerak bisikan syair-syair lagu malaikat malam. Teruslah engkau bernyanyi!! alam bersaksi tak akan teteskan noda Wanita Suci Bani Adam.