I was a boy who needs a sunshine to grow
and now a mountain
I was a boy who needs a moonlight to see
now my visions are brighter.
as a wandering dervish pass me by
and something happen in my very eyes.
a giant body and arms I belong to, but couldn't do anything
now a fortune I need as help and Revelation as my guide.
Jumat, 18 Maret 2011
Lebaran Hanyalah Sebuah TRADISI
Lebaran adalah sebuah TRADISI yang dilakukan sebagian umat muslim dalam merayakan hari kemenangan/besar Islam seperti Ied Fitri/Adha, tradisi yang sudah diwariskan turun temurun oleh orang-orang sebelum kita, tradisi yang jika tanpanya 80% ummat yang merayakannya tidak merasakan apa-apa dari Ibadah puasa yang dijalankan sebulan penuh sebelumnya, suatu tradisi yang pada sebagian kecil ummat dianggap sebagai suatu bentuk pemborosan namun tidak pada sebagian besar lain. adalah hal yang sangat masuk akal jika kelompok kecil ini mengatakan demikian, mengingat kebiasaan atau tradisi ini erat hubungannya dengan mengeluarkan uang yang lumayan untuk membuat perayaan ini terasa meriah. selain itu kebiasaan ini akan menimbulkan kesenjangan sosial kian nampak pada ummat yang merayakannya (inequality between poor and rich), sadar atau tidak, inilah realitanya.
sedangkan mereka yang mempunyai kelebihan materi menganggap inilah bentuk perayaan kami, "iedain" atau 2 hari ied adalah tamu agung tahunan yang tentunya kita menemuinya hanya sekali dalam setahun, maka tidak salah jika dalam perayaannya kami mengeluarkan uang yang tidak sedikit.
Lantas apa yang membedakan bentuk perayaan tersebut (tradisi lebaran) dengan Wedding Anniversary atau Birthday Party? bukankah ia juga dilakukan setahun sekali? bukankah dia juga tamu agung? haruskah dalam merayakan suatu kemenangan atau annual event harus dengan pesta pora? atau dengan cara yang berlebih-lebihan?.
saya sependapat dengan seorang Norman Rockwell yang mengatakan "I'm not going to be caught around here for any fool celebration. To hell with birthdays!"
ada sebuah asa yang ingin kita raih dari hari Besar ini, tapi tidak dengan cara yang berlebihan. ".... wa laa tusrifuu!! inna Allaha laa yuhibbu al-musrifiin".
sedangkan mereka yang mempunyai kelebihan materi menganggap inilah bentuk perayaan kami, "iedain" atau 2 hari ied adalah tamu agung tahunan yang tentunya kita menemuinya hanya sekali dalam setahun, maka tidak salah jika dalam perayaannya kami mengeluarkan uang yang tidak sedikit.
Lantas apa yang membedakan bentuk perayaan tersebut (tradisi lebaran) dengan Wedding Anniversary atau Birthday Party? bukankah ia juga dilakukan setahun sekali? bukankah dia juga tamu agung? haruskah dalam merayakan suatu kemenangan atau annual event harus dengan pesta pora? atau dengan cara yang berlebih-lebihan?.
saya sependapat dengan seorang Norman Rockwell yang mengatakan "I'm not going to be caught around here for any fool celebration. To hell with birthdays!"
ada sebuah asa yang ingin kita raih dari hari Besar ini, tapi tidak dengan cara yang berlebihan. ".... wa laa tusrifuu!! inna Allaha laa yuhibbu al-musrifiin".
Langganan:
Komentar (Atom)