
Suatu ketika setelah selesai menaklukan suatu wilayah di belahan Eropa Jengis Khan yang setiap saat didampingi oleh burung elang kesayangannya pergi ke sebuah anak sungai di dekat medan pertempuran yang dipenuhi bangkai-bangkai manusia yang mati untuk mengisi kantung kulitnya dengan air untuk diminum. Sesaat setelah mengisi kantung kulit tersebut tiba-tiba burung elangnya menerjang tangan Jengis Khan hingga kantung kulit tersebut jatuh dan air di dalamnya semua tumpah, karena Jengis Khan yang masih penuh dengan perasaan senang dan bangga karena baru saja selesai menaklukan sebuah Negara tak begitu terganggu dengan perlakuan burung kesayangannya, namun amarahnyapun memuncak setelah kejadian itu terlulang lagi sampai tiga kali, dengan cepat Jengis khan langsung menghunus pedangnya dan menebas kepala burung elang kesayangannya tersebut hingga burung itu mati. Namun betapapun perlakuan burung elang itu, Jengis Khan merasa kehilangan karena burung itu sudah setia menemaninya bertahun-tahun dalam perjalanannya menaklukan hamper lebih dari setengah dataran di bumi ini.
Dan setelah Jengis Khan selesai mengisi kantung kulitnya dengan air, Jengis Khan pun beranjak berjalan menuju pasukannya. Namun tak disangka ternyata anak sungai tempat ia mengisi kantung kulitnya dengan air itu dipenuhi dengan bangkai-bangkai manusia korban perang yang tentunya airnya sangat tidak layak dikonsumsi dan bahkan sangat berbahaya untuknya.
Sesaat kemudian dia jatuh berlutut penuh penyesalan karena baru disadarinya bahwa perlakuan burung elang kesayangannya yang berkali-kali menjatuhkan kantung kulitnya bermaksud memberitahukan bahwa air yang diisinya dalam kantung kulit tersebut sangat berbahaya bagi dirinya.
Namun inilah kesalah pahaman dalam berinteraksi antara sesame, kesalahan pengertian dalam berkomunikasi, yang tentunya sangat berakibat fatal terhadap sesama dan tidak menutup kemungkinan akan berakibat pada jatuhnya korban jiwa seperti kasus Jengis Khan dan burung elang kesayangannya. Komunikasi yang baik akan jauh bermanfaat dan berbuah baik pula.
