Kamis, 28 Januari 2010

Belajar Berkomunikasi Dengan Baik


Suatu ketika setelah selesai menaklukan suatu wilayah di belahan Eropa Jengis Khan yang setiap saat didampingi oleh burung elang kesayangannya pergi ke sebuah anak sungai di dekat medan pertempuran yang dipenuhi bangkai-bangkai manusia yang mati untuk mengisi kantung kulitnya dengan air untuk diminum. Sesaat setelah mengisi kantung kulit tersebut tiba-tiba burung elangnya menerjang tangan Jengis Khan hingga kantung kulit tersebut jatuh dan air di dalamnya semua tumpah, karena Jengis Khan yang masih penuh dengan perasaan senang dan bangga karena baru saja selesai menaklukan sebuah Negara tak begitu terganggu dengan perlakuan burung kesayangannya, namun amarahnyapun memuncak setelah kejadian itu terlulang lagi sampai tiga kali, dengan cepat Jengis khan langsung menghunus pedangnya dan menebas kepala burung elang kesayangannya tersebut hingga burung itu mati. Namun betapapun perlakuan burung elang itu, Jengis Khan merasa kehilangan karena burung itu sudah setia menemaninya bertahun-tahun dalam perjalanannya menaklukan hamper lebih dari setengah dataran di bumi ini.
Dan setelah Jengis Khan selesai mengisi kantung kulitnya dengan air, Jengis Khan pun beranjak berjalan menuju pasukannya. Namun tak disangka ternyata anak sungai tempat ia mengisi kantung kulitnya dengan air itu dipenuhi dengan bangkai-bangkai manusia korban perang yang tentunya airnya sangat tidak layak dikonsumsi dan bahkan sangat berbahaya untuknya.
Sesaat kemudian dia jatuh berlutut penuh penyesalan karena baru disadarinya bahwa perlakuan burung elang kesayangannya yang berkali-kali menjatuhkan kantung kulitnya bermaksud memberitahukan bahwa air yang diisinya dalam kantung kulit tersebut sangat berbahaya bagi dirinya.
Namun inilah kesalah pahaman dalam berinteraksi antara sesame, kesalahan pengertian dalam berkomunikasi, yang tentunya sangat berakibat fatal terhadap sesama dan tidak menutup kemungkinan akan berakibat pada jatuhnya korban jiwa seperti kasus Jengis Khan dan burung elang kesayangannya. Komunikasi yang baik akan jauh bermanfaat dan berbuah baik pula.

Sabtu, 23 Januari 2010

World Cup (Year To Year)


Berbicara mengenai bola kaki (football) memang tidak ada habisnya, dari anak sampai orangtua, dari utara sampai selatan semua tahu dan mengerti tentang bola kaki. Sehingga menjadi hal yang sangat wajar ketika semua orang lebih mengenal Lionel Messi dibandingkan Prof. Budiono sebagai wakil presiden Indonesia saat ini.
Terlebih lagi beberapa Bulan ke depan akan digelar even sepakbola terakbar sejagat World Cup 2010 di Afrika selatan, even yang menjadi dambaan setiap pemain professional di dunia untuk mempertontonkan kehebatan mereka terutamanya mengangkat prestise Negara masing-masing. Tentunya kita sebagai penggila sepakbola mempunyai tim yang menjadi kebanggaan yang diharapkan nantinya akan menjadi yang terbaik di even empat tahunan ini (seharusnya Negara tercinta). Dan sesungguhnya ini sangat menarik sekali melihat fenomena-fenomena yang terjadi dalam setiap perayaan WC, dari pencetakan bakat-bakat muda, barometer menjadikan seorang pemain bakal menjadi pemain terbaik dunia (fottballer of the year), seteru pemain-pemain setim dalam liga dunia akibat membela Negara seperti yang terjadi dengan CR7 (Portugal/Manchester United) dan Wayne Rooney (Inggris/Menchester United) saat membela Negara masing-masing. Namun ada satu hal yang menurut saya sangat fenomenal dalam perayaan even empat tahunan ini, yaitu tradisi 2 benua penguasa sepakbola (Eropa dan Amerika Latin) dalam merebut gelar sebagai Tim terbaik dalam even empat tahunan tersebut secara bergantian. Terhitung sejak pelaksanaan WC ke-7 tahun 1962 di Chili Brazil berhasil menjadi yang terbaik setelah menyingkirkan Cekoslovakia dengan skor 3-1, kemudian pada WC selanjutnya Inggris yang saat itu menjadi tuan rumah berhasil menjadi yang terbaik dengan menumbangkan Jerman Barat dengan skor telak 4-2 dan selanjutnya kejuaraan ini selalu diboyong secara bergantian antara tim-tim dari benua Biru dan Amerika latin sampai pada tahun 2006 lalu Francesco Totti cs. berhasil membawa pulang piala yang berlapis emas 18 karat tersebut ke Negara mereka.
Adakah ini hanya sebuah kebetulan atau memang sudah menjadi tradisi dalam perayaan even sepakbola terbesar di dunia ini, dan apakah mungkin tim dari benua Afrika akan menjadi pemenang di akhir episode WC selanjutnya? Mengingat Afrika sudah banyak menciptakan pemain-pemain bobot Dunia yang kini berlaga di Eropa seperti Sammy Eto’o (Kamerun/Inter Milan), Didier Drogba (Pantai Gading/Chelsea) dan lain-lainnya, terlebih lagi pelaksanaan WC tahun ini diadakan di Afrika selatan (Afrika).
Daftar Tim Pemenang World Cup:

Tahun Tuan Rumah Juara Hasil Runner-up
1930 Uruguay Uruguay 4-2 Argentina
1934 Italia Italia 2-1 Cekoslovakia
1938 Perancis Italia 4-2 Hongaria
1950 Brazil Uruguay - Brazil
1954 Swiss Jerman Barat 3-2 Hongaria
1958 Swedia Brazil 5-2 Swedia
1962 Chili Brazil 3-1 Cekoslovakia
1966 Inggris Inggris 4-2 Jerman Barat
1970 Meksiko Brazil 4-1 Italia
1974 Jerman Barat Jerman Barat 2-1 Belanda
1978 Argentina Argentina 3-1 Belanda
1982 Spanyol Italia 3-1 Jerman Barat
1986 Meksiko Argentina 3-2 Jerman Barat
1990 Italia Jerman Barat 1-0 Argentina
1994 Amerika Serikat Brazil 3-2p Italia
1998 Perancis Perancis 3-0 Brazil
2002 Korsel-Jepang Brazil 2-0 Jerman
2006 Jerman Italia 5-3p Perancis

*1942-1946 Tidak diadakan (Perang Dunia ke-2)

Jumat, 01 Januari 2010

Ini Adalah Berlian

Ini bukanlah berlian
Tapi mereka mengatakan ini berlian
Berliankah ini?
Atau ini memang berlian?
Jika ini benar berlian, mengapa bertanya?
Mengapa ragu kalau ini adalah berlian?
Tapi masih saja ada yang berkata ini bukanlah berlian
Mengapa anda yakin bahwa ini adalah berlian?
Jika aku berkata ini berlian dan kebaikan ada padaku
Maka aku akan berkata ini adalah berlian